Situs Resmi Pengadilan Agama Tarempa 


KETUA

PENGUNJUNG

Ada 24 tamu online

YOUR LANGUAGE

English French Japanese Arabic

Other Languages


KELUARGA BESAR PENGADILAN AGAMA TAREMPA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1435 H


Home Profil Profil Daerah
Profil Kabupaten Kepulauan Anambas PDF Cetak Email
Ditulis oleh administrator   

Sumber : Situs Pemkab Anambas

Sejarah Singkat

Sejarah pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan), yang hingga saat ini Kabupaten Kepulauan Riau telah dimekarkan menjadi 6 Kabupaten yaitu : Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kabupaten Kepulauan Anambas atau gugusan kepulauan Anambas sendiri pada masa pemerintahan kolonial belanda pernah menjadi pusat kewedanaan yakni berpusat di Tarempa. Ketika itu, Tarempa adalah pusat pemerintahan di pulau tujuh termasuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang disebut district dan Jemaja wilayahnya disebut Onderdistrict dengan ibukota Letung.

Berdasarkan Surat Keputusan Delegasi Republik Indonesia tanggal 18 Mei 1956, Provinsi Sumatera Tengah menggabungkan diri ke dalam Wilayah Republik Indonesia, dan Kepulauan Riau diberi status Daerah Otonomi Tingkat II yang dikepalai Bupati sebagai kepala daerah yang membawahi 4 kewedanaan sebagai berikut:

  • Kewedanaan Tanjungpinang, meliputi Bintan Selatan (termasuk Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur).
  • Kewedanaan Karimun, meliputi wilayahKecamatan Karimun, Kundur dan Moro.
  • Kewedanaan Lingga, meliputi Lingga, Singkep dan Senayang.
  • Kewedanaan Pulau Tujuh, meliputi Siantan, Jemaja, Midai, Serasan, Tambelan, Bungguran Barat dan Bungguran Timur.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP / 247 / 5/ 1965, terhitung 1 Januari 1966 semua daerah administratif kewedanaan dalam Kabupaten Kepulauan Riau dihapus.

Berdasarkan Undang-Undang No. 53. Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam. Kabupaten Natuna terdiri atas 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Bungguran Timur, Bungguran Barat, Jemaja, Siantan, Midai dan Serasan dan satu Kecamatan Pembantu Tebang Ladan.

Seiring dengan kewenangan otonomi daerah, Kabupaten Natuna kemudian melakukan pemekaran daerah kecamatan, yang hingga tahun 2008 menjadi 17 kecamatan dengan penambahan, Kecamatan Palmatak, Subi, Bungguran Utara, Pulau Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Siantan Timur, Siantan Selatan, Jemaja Timur dan Siantan Tengah.

Seiring dengan pemekaran kecamatan yang bertujuan untuk memperpendek rentang kendali, muncul aspirasi untuk menjadikan Gugusan Kepulauan Anambas sebagai daerah otonom tersendiri. Melalui perjuangan yang cukup panjang baik di Pusat maupun di daerah, Kabupaten Kepulauan Anambas akhirnya terbentuk melalui Undang-Undang No. 33 Tahun 2008 tanggal 24 Juli 2008. Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. Ditambah dengan 1 Kecamatan yaitu Kecamatan Siantan Tengah yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 17 Tahun 2008 dengan cakupan wilayah administrasi Desa Air Asuk, Desa Air Sena dan Desa Teluk Siantan.

Transportasi

1. Perhubungan Darat

Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai prasarana jalan dengan Panjang ruas jalan di Kabupaten Kepulauan Anambas berjumlah 278,6 Km, Jalan Beton sepanjang 79,2 Km (28,43%) dan jalan tanah sepanjang 199,4 Km (71,55%) dengan kontruksi dan dimensi yang belum layak untuk dilalui kendaraan roda empat. Dalam rangka memperlancar mobilisasi orang dan barang dari desa ke ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten serta dari sentra-sentra produksi menuju pasar di Kabupaten Kepulauan Anambas.

2. Perhubungan Laut

Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai prasarana pelabuhan berjumlah 5 Pelabuhan utama yang terletak di Kecamatan Siantan (2 buah pelabuhan), Kecamatan Jemaja (1 buah pelabuhan), Kecamatan Palmatak (1 buah pelabuhan) dan Antang (1 buah pelabuhan). Selebih itu kondisi pelabuhan dengan kontruksi dan dimensi yang kurang layak dalam rangka memperlancar mobilisasi orang dan barang dari desa ke ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten serta dari sentra-sentra produksi menuju pasar di Kabupaten Kepulauan Anambas dan antar kabupaten /propinsi.

Pelabuhan palmatak digunakan sebagai pelabuhan ekspor impor atau pelabuhan khusus milik ConocoPhilips juga digunakan sebagai pelabuhan domestik. Sementara untuk pelabuhan Tarempa dan Jemaja hanya digunakan untuk pelabuhan domestik. Sedangkan untuk pelabuhan Antang ditetapkan sebagai pelabuhan perikanan.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini untuk sarana transportasi laut, memiliki KM. Bukit Raya, Kapal Perintis, dan Spead Boat sebagai alat transportasi antar antar daerah di luar Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain itu, sebagai alat penghubung yang mengantar penumpang ke Kecamatan Palmatak (menuju Bandara) hanya terdapat 1 unit spead boat. Sementara alat transportas yang menghubungkan antar kecamatan umumnya masyarakat menggunakan motor rakyat yang terbuat dari kayu.

3. Perhubungan Udara

Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini baru memiliki sebuah bandara yang merupakan bandara khusus milik ConocoPhilips yang juga digunakan sebagai bandara domestik yang terletak di Kecamatan Palmatak. Panjang Run Way 1.200 m dan Lebar Run Way 30 m (Data ditampilkan pada Tabel 4-33). Rute penerbangan dapat melalui berbagai jalur seperti jalur Bandara Matak ke Bandara Raja Haji Fisabilillah, (Tanjungpinang), Bandara Hang Nadim (Batam), Bandara Sultan Syarif Qasim II (Pekanbaru) dan Bandara Halim Perdana Kesuma (Jakarta).

 

 

 

 

<Kembali>

 

Comments  

 
0 #3 2011-03-28 02:31
subhanallah ,,, bagus sekali, sebelumnya saya belum pernah mengenal ataupun mendengar nama kota Anabas, yg secara tidak sengaja saya temukan hari ini saat saya cari artikel di internet, semoga suatu saat saya bisa kesana, amiin
Quote
 
 
0 #2 2010-11-01 07:03
Saya bersyukur dengan mekarnya kabupaten kepulauan anambas,karna kabupaten kepulauan anambas sangat kaya akan potensi alam.ayo maju terus anambas,bekerja lah untuk rakyat,sejahter akan rakyat kite,amiin. ya. allah berkahi kabupaten anambas jauhkan dari segala bala' dan bencana.
Quote
 
 
0 #1 2010-10-07 07:13
melihat sejarah dan sumberdaya alam yang kaya secara pribadi ingin rasanya menginjakan kaki di anambas, ingin berbagi bagaimana bertanam sayuran yang baik untuk kebutuhan warga setempat, khususnya ilmu pertaniaannya. siapa tahu ada ijin Alloh, amin
Quote
 

Tulis Komentar Disini


Security code
Refresh

 

TAUTAN




BERITA BADILAG | PENGUMUMAN : JUKNIS TENTANG PEMANFAATAN TABAYUN ONLINE | PENGUMUMAN : Revisi Permintaan Berkas Persyaratan Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah | PENGUMUMAN : | VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 11 | PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta bintek Angkatan IV | (17/6) PENGUMUMAN : Permintaan Berkas Persyaratan Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah | VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 10 | (13/06)PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Hisab Rukyat di Balikpapan | VIDEO : Diskusi Hukum | (9/6)PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Calon Panitera Pengganti MS/PA | PENGUMUMAN : Undangan Diskusi Hukum Edisi ke 4 | (6/6)PENGUMUMAN : Hasil Rapat TPM Mahkamah Agung RI | VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 9 | (02/06)PENGUMUMAN : Kelengkapan Data Pekerjaan Suami/Istri pada Aplikasi Simkep Badilag | (26/5)VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 8 | (23/5)PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Bimtek Angkatan III |